Senin, 03 Januari 2011

Budidaya Ikan Lele



Lele (Clarias sp)

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Bukan hanya budidayanya yang mudah dan tidak banyak membutuhkan kadar oksigen tinggi, lele juga sangat banyak digemari karena murah dan lezat, begitu banyak ragam orang membuat macam-macam olahan lele seperti lele asap, pecel lele, kerupuk kulit lele, abon lele dan banyak lagi jenis olahan yang bahan bakunya dari lele.

Jenis ikan lele masuk ke Indonesia pada tahun 1984/1985, mayoritas masyarakat Indonesia sangat antusias untuk budidaya jenis ikan ini, disamping karena pertumbuhannya yang cepat juga tidak terlalu sulit untuk di budidaya.

Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan
  1. dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi.
  2. Teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat
  3. Pemasarannya relatif mudah dan 
  4. Modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.
Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.

Untuk budidaya Lele dengan biaya yang Minimalis di media kolam Terpal maupun kolam Permanen hal yang perlu diperhatikan untuk memperoleh hasil yang Maxsimal adalah:
  1. Pastikan bibit lele berasal dari indukan budidaya lele media kolam permanen atau kolam terpal juga. 
  2. Pre-conditioning kolam, (pembersihan & pengeringan dng cara dijemur di terik matahari) dilanjutkan pengisian awal air kolam, lk 1/5 s.d 1/4 volume kolam + penggaraman, diamkan selama 3 hari.
  3. Pemberian katalis plankton, diamkan selama 1x24 jam (untuk merangsang pertumbuhan plankton & probiotik alami).
  4. Bibit lele ditebar dng hati2, caranya : bibit lele dalam ember (wadahnya) ditenggelam bersamaan. Waktu penebaran sbaiknya saat pagi atau sore hari. Hindari bibit terkena sinar matahari langsung. Siapkan daun2 pisang yg berfungsi sebagai peneduh (tempat berlindung bagi bibit) saat terik matahari disiang hari.
  5. Biarkan bibit lele keluar sendiri dari ember (wadah) secara bertahap. Lakukan penambahan air (secukupnya) dengan baku air sumur/ sungai yang telah disaring &/ diendapkan.
  6. Bibit lele tidak perlu dberi makan (berbentuk pakan) selama 1 hari pertama setelah ditebar, (bibit dibiarkan memakan makanan alaminya).
  7. Pada hari ke 2, bibit lele sudah mulai dapat diberi jenis produk pakan yang lembut (halus) atau berbentuk serbuk (sjenis pakan udang) dosis 2kg/5000 ekor, misal: denol atau yang setara. Tebarkan pakan secara merata dipermukaan air kolam secara bertahap sedikit demi sedikit & secukupnya saja. Tidak perlu diberikan dalam takaran yang berlebihan.
  8. Setelah jenis pakan lembut habis (lk selama 8-10 hari), bibit mulai dapat diberi pakan pelet butiran kecil (dosis 10kg/ 5000 ekor), misal : F99 atau setara (baik ukuran butiran, kwalitas maupun komposisi kandungan nutrisi-nya).
  9. Disarankan pakan butir kecil dicampuri suplemen, misal: Vit C & Enzym pemacu pertumbuhan. Tambahkan air hangat secukupnya pada proses pencampuran pakan hingga kondisi lembab tercapai. Jika temperatur campuran pakan masih terlalu hangat sebaiknya diangin-anginkan dahulu hingga sama dengan temperatur ruang.
  10. Pada tahap pembesaran, setelah porsi pakan butiran kecil habis, dapat dilanjutkan dengan pakan butiran 2mm kemudian butiran 3mm hingga usia panen tiba. 
  11. Upayakan memantau kesehatan & pertumbuhan (dimensi) ikan lele secara rutin minimal setiap 2 minggu sekali serta pen-siphon-an lumpur dasar kolam, minimal sekali selama proses budidaya atau disesuaikan dengan kondisi air kolam & kesehatan ikan lele.
Untuk mengetahui analisa usaha budidaya ikan lele dapat download sini

0 komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Okezone.com

 
Copyright © Budidaya Ikan di Banyuwangi. All rights reserved.
Blogger template created by Templates Block | Start My Salary
Designed by Santhosh